Skip to main content

MAKALAH “KONTRA RADIKALISME DAN TERORISME”

MAKALAH “KONTRA RADIKALISME DAN TERORISME”
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata kuliah Agama Islam II




FAKULTAS EKONOMI
PRODI MANAJEMEN
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
 2019


Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat dan karunianya berupa kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan lancar dan tanpa halangan.Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada nabi agung Muhammad SAW yang senantiasa kami semua nantikan syafa’atnya kelak di yaumul akhir.
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada Ibu Risti Lia Sari S.EI,M.SI  yang telah memberikan bimbingan dalam pengerjaan makalah ini sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan lancar dan tepat waktu.Ucapan terima kasih juga kami  ucapkan kepada segenap angota kelompok yang telah bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik dalam penyelesaian makalah ini.
Kami tentunya menyadari bahwa  makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna karena seperti yang di ketahui bersama bahwa kesempurnaan hanya milik Tuhan semesta alam.Atas karena banyaknya kekurangan dan ketidaksempurnaan tadi,kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para cerdik cendekia sekalian sebagai bahan evaluasi agar kedepannya kami dapat menulis dan mengerjakan makalah dengan lebih baik.Namun,meskipun makalah ini masih memiliki banyak kekurangan,kami tetap berharap bahwa makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Semarang, 11 Juni 2019


Penyusun




DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang 4
Rumusan Masalah 4
Tujuan Penulisan 5
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah Radikalisme dan Terorisme 5
Ciri-ciri Radikalisme dan Terorisme 6
Faktor Penyebab Radikalisme dan Terorisme 7
Kerentanan dan Penangkalan Pemuda Radikal dan Teroris 8
Bahaya Radikalisme dan Terorisme 9
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan 10
DAFTAR PUSTAKA 11



BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Radikalisme merupakan suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan cara-cara kekerasan yang ekstrem.
Inti dari tindakan radikalisme adalah sikap  dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan. Kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku.
Radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal dapat melakukan cara apapun agar keinginannya tercpai, termasuk meneror pihak yang tidak sepaham dengan mereka. Walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran agama.

Rumusan Masalah
Sejarah Radikalisme dan Terorisma
Ciri-ciri Radikalisme dan Terorisme
Faktor Penyebab Radikalisme dan Terorisme
Kerentanan dan Penangkalan Pemuda Terhadap Radikalisme dan Terorisme
Bahaya Radikalisme dan Terorisme




Tujuan Penulisan
Untuk Mengetahui Sejarah Radikalisme dan Terorisme
Untuk Mengetahui Ciri-ciri Radikalisme dan Terorisme
Untuk Mengetahui Penyebab Radikalisme dan terorisme
Untuk Mengetahui Kerentanan dan Penangkalan Pemuda Terhadap Radikalisme dan Terorisme
Untuk Mengetahui Bahaya Radikalisme dan Terorisme



BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah Radikalisme dan Terorisme
Pada dasarnya radikalisme dan terorisme sudah ada sejak jaman dahulu di dalam diri manusia. Namun, istilah “Radikal” dikenal pertama kali setelah Charles James Fox memaparkan tentang paham tersebut pada tahun 1797.
Saat itu, Charles James Fox menyerukan “Reformasi radikal” dalam sistem pemerintahan di Britania Raya. Reformasi tersebut dipakai untuk menjelaskan pergerakan yang mendukung revolusi parlemen di negara tersebut. Pada ahirnya ideologi radikalisme tersebut mulai berkembang dan kemudian berbaur dengan ideologi liberalisme.
Seperti yang disebutkan pada pengertian radikalisme di atas, radikalisme sering dikaitkan dengan agama tertentu, khususnya Islam. Hal ini dapat kita lihat dari adanya kelompok ISIS yang melakukan teror terhadap beberapa negara di dunia dengan membawa simbol-simbol agama islam dalam setiap aksi teror mereka.
Tindakan ISIS dan dukungan dari sebagian kecil umat Islam terhadap ISIS pada akhirnya membuat masyarakat dunia menganggap ISIS merupakan gambaran dari ajaran Islam. Namun tentu saja hal tersebut tidak benar adanya karena sebagian besar umat Islam justru mengutuk tindakan keji yang dilakukan ISIS.

Ciri-ciri Radikalisme dan Terorisme
Radikalisme dan terorisme sangat mudah kita kenali. Hal tersebut karena memang pada umumnya penganut ideologi ini dikenal selalu ingin mendapatkan dukungan dari banyak orang dengan cara yang ekstrim.

Berikut adalah ciri-ciri radikalisme dan terorisme:
Melakukan upaya penolakan secara terus menerus dan menuntut perubahan drastis yang diinginkan terjadi.
Orang-orang penganut paham radikalisme biasanya memiliki keyakinan yang kuat terhadap program yang ingin mereka jalankan.
Penganut radikalisme tidak segan-segan menggunakan cara kekerasan dalam mewujudkan keinginan mereka.
Penganut radikalisme memiliki anggapan bahwa semua pihak yang berbeda dengan mereka adalah salah.




Faktor Penyebab Radikalisme dan Terorisme
Faktor Pemikiran
Radikalisme dapat berkembang karena adanya pemikiran bahwa segala sesuatunya harus dikembalikan ke agama walaupun dengan cara yang kaku dan menggunakan kekerasan.
Faktor Ekonomi
Masalah ekonomi juga berperan membuat paham radikalisme muncul di berbagai negara. Sudah menjadi kodrat manusia untuk bertahan hidup, dan ketika terdesak karena masalah ekonomi maka manusia dapat melakukan apa saja termasuk meneror manusia lainnya.
Faktor Politik
Adanya pemikiran sebagian masyarakat bahwa seorang pimpinan negara hanya berpihak pada pihak tertentu, mengakibatkan munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang terlihat ingin menegakkan keadila. Kelompok-kelompok tersebut bisa dari kelompok sosial, agama, maupun politik. Alih-alih mengakkan keadilan, kelompok-kelompok ini seringkali justru memperparah keadaan.


Faktor Pendidikan
Pendidikan yang salah menyebabkan munculnya radikalisme di berbagai tempat, khususnya pendidikan agama . Tenaga pendidik yang memberikan ajaran agama yang keliru dapat memunculkan radikalisme dalam diri seseorang.






Kerentanan dan Penangkalan Pemuda terhadap Radikalisme dan Terorisme
Masa transisi krisis identitas kalangan pemuda berkemungkinan untuk mengalami cognitive opening(pembukaan kognitif), sebuah proses mikro-sosiologis yang mendekatkan mereka pada penerimaan terhadap gagasan baru yang radikal. Alasan-alasan seperti itulah yang menyebabkan mereka sangat rentan terpengaruh oleh ajaran radikalisme dan kelompok terorisme.
Sangat memprihatinkan ketika melihat berbagai fakta yang mempertontonkan kedekatan pemuda dengan budaya kekerasan. Sejak kemunculannya mengancam situasi keamanan bangsa ini, ISIS setidaknya telah mampu menggetarkan gairah anak muda untuk ikut terlibat dalam gerakan politik kekerasan di Suriah. Salah satu bukti bahwa paham ISIS telah diterima oleh beberapa kalangan pemuda adalaah dengan bergabungnya Wildan, seorang santri pondok Al Islam Islam di Tenggulun, Lamongan, yang dikelola oleh keluarga Amrozi terpidana bom Bali 2002.
Fakta diatas memperlihatkan bagaimana kerentanan kalangan generasi muda dari pengaruh ajaran sekaligus ajakan yang disebarkan oleh kelompok radikal. Karena itulah, upaya memnbentengi generasi muda dari pengaruh radikalisme menjadi sangat penting.
Upaya-upaya membentengi generasi muda dari paham radikalisme dan terorisme dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan, dengan guru dan memperkuat wawasan kebangsaan, penanaman sikap moderat dan toleran seperti yang telah diajarkan oleh ahlusunnah wal jamaah. Selain lembaga pendidikan, keluarga juga memiliki peranan dalam mencegah masuknya paham radikalisme pada anak, yaitu dengan menjadikan keluarga sebagai unit konsultasi dan diskusi. Komunitas juga memiliki peranan penting dalam mencegah masuknya paham radikalisme, melalui peran tokoh masyarakat yang menciptakan ruang kondusif bagi terciptanya budaya kedamaian di kalangan generasi muda.

Bahaya Radikalisme dan Terorisme
Berikut beberapa bahaya radikalisme dan terorisme yang berkembang di masyarakat:
Memakan banyak nyawa
Adanya aksi terorisme yang bertujuan untuk memerangi orang yahudi pada awalnya atau yang tidak beragama Islam, justru dari penyerangan tersebut banyak juga orang Islam yang ikut kehilangan nyawa, contohnya adalah kasus bom bunuh diri di Bali dan Jakarta.
Meresahkan banyak umat
Adanya gerakan terorisme dan radikalisme jelas meresahkan banyak orang karena mereka seringkali melakukan penyerangan secara tiba-tiba.
Menimbulan banyak kerusakan
Penyerangan yang dilancarkan para terorisme jelas akan menimbulkan kerusakan, salah satu contohnya adalah kerusakan bangunan, fasilitas umum dan sebaginya.
Menimbulkan kerugian ekonomi
Adanya gerakan terorisme dan radikalisme akan menimbulkan kerugian ekonomi. Kerugian yang terjadi bisa pada pihak pemerintah, swasta ataupu perorangan.





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Radikalisme merupakan suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan cara-cara kekerasan yang ekstrem. Pada dasarnya radikalisme dan terorisme sudah ada sejak jaman dahulu di dalam diri manusia. Namun, istilah “Radikal” dikenal pertama kali setelah Charles James Fox memaparkan tentang paham tersebut pada tahun 1797.  Radikalisme dan terorisme sangat mudah kita kenali. Hal tersebut karena memang pada umumnya penganut ideologi ini dikenal selalu ingin mendapatkan dukungan dari banyak orang dengan cara yang ekstrim. Radikalisme dan terorisme sangat berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai kerusakan dan kerugian.














   Daftar Pustaka

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. 2018. Strategi Menghaapi Paham Radikalisme dan Terorisme. Jakarta : academia.edu
Ridwan, Muhammad. 2017. Radikalisme, Sejarah dan Ciri-cirinya. Jakarta: Maxmanore.com


Comments

Popular posts from this blog

berikut ini adalah beberapa contoh kasus pelanggaran etika bisnis yang terjadi di indonesia :

berikut ini adalah beberapa contoh kasus pelanggaran etika bisnis yang terjadi di indonesia : 1.Kasus Pembajakan Karya    Musisi Orkes melayu Eny Sagita dijatuhi hukuman 4 bulan penjara dan 6 bulan masa percobaan pada 28 mei 2014 silam.pengadilan negeri kabupaten nganjuk Jatim memvonis Eny Sagita karena terbukti menyanyikan lagu oplosan tanpa seizin pemilik lagunya Nurbayan.Menanggapi Vonis tersebut Eny mengakuia hanya bernyanyi karena permintaan penonton bukan untuk tujuan komersil. 2.Kasus pelmasuan Merk   Kasus Pemalsuan sebuah brand merk ternama yaitu kick denim,kasus ini terjadi diwilayah DIY.Berawal dari adanya laporan dari masyarakat selaku pemegang hak atas salah satu merk yang merasa dirugikan berinisial MT yang mendapat kuasa dari HT atas merk tersebut.Adapun merk tersebut adalah merk pakaian kick denim yang sangat laku keras dipasaran DIY,terutama di toko skala distro yang produknya menengah keatas.sedangkan pihak yang dilaporkan adalah beberapa toko yang ada d...

Contoh dari dampak citra buruk masyarakat

Contoh dari dampak citra buruk masyarakat terhadap sebuah organisasi/perusahaan itu ketika kualitas produk dan pelayanan perusahaan yang kurang akan membuat masyarakat kurang percaya dengan perusahaan. Hal ini jelas sangat merugikan internal perusahaan/organisasi itu sendiri. Sedangkan langkah yang harus diambil untuk permasalahan ini adalah dengan membersihkan nama baik, caranya perusahaan/organisasi mengevaluasi dan menginovasi produk-produk nya serta mengubah cara pelayanan nya dengan sebaik mungkin, intinya bagaimana agar pelanggan tersebut nyaman, kalau sudah nyaman mereka pasti akan kembali percaya lagi Mungkin gitu, terima kasih

Daftar Harga Rokok yang Naik Di Pasaran Tahun 2020-01-01

DAFTAR HARGA  Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho Jakarta  - Mulai hari ini pemerintah resmi menaikkan harga rokok seiring penetapan kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35%. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau, keputusan tersebut mulai berlaku pada hari ini, tepatnya 1 Januari 2020. Kenaikan tarif cukai rokok terbesar yakni ada pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) yaitu sebesar 29,96%. Untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49%, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84%. Lantas berapa harga rokok sekarang? detikcom  mencoba mendatangi beberapa warung dan minimarket yang menjual rokok. Harga rokok memang sudah naik, bahkan masih ada potensi untuk terus naik. Menurut salah satu pemilik warung, Hani, harga rokok di warungnya memang sudah naik. Bahkan...