Skip to main content

Efektif Marketing Comunikation : Word Of Mouth ”

WORD OF MOUTH

 “ Efektif Marketing Comunikation : Word Of Mouth ”
Disusun Guna : Untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran
Dosen Pengampu : Drs. Umar Chadiq, SE


Pembahasan
Penelitian yang disampaikan diharapkan dapat memberikan gambaran wacana pengembangan penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Penelitian ini akan mendeskripsikan hasil dari beberapa penelitian terdahulu mengenai wom dan diakhiri dengan hasil penelitian wom yang terjadi di Indonesia. 
Arbainah (2010) meneliti mengenai studi mengenai wom positif pada bisnis ritel pasar modern di Semarang, penelitian ini diawali dengan adanya beberapa perbedaan terhadap hasil penelitian mengenai pengaruh kualitas layanan terhadap komunikasi wom. Fenomena yang terjadi pada bisnis ritel modern tersebut menghasilkan suatu kajian bahwa proses untuk mendorong terciptanya words of mouth positif dalam bisnis mini market ritel pasar modern adalah melalui peningkatan kualitas layanan atribut inti yang mampu menimbulkan rasa senang/gembira pada pelanggan (meningkatkan Customer Delight) serta menambah tingkat kepercayaan untuk menggunakan produk yang ditawarkan dalam usaha ritel tersebut. 
Reputasi dari perusahaan ritel tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepercayaan customer dikarenakan sangat mudahnya customer untuk beralih pada kompetitor yang sejenis, variabel Customer Delight dipengaruhi oleh dua variabel yaitu Relationship Effort (kualitas layanan atribut periferal/tambahan) dan kualitas layanan atribut inti. Namun demikian hanya kualitas layanan atribut inti yang signifikan berpengaruh positif terhadap Customer Delight yang dapat mendorong terciptanya wom positif.
Trusov, Bucklin and Pauwels (2009) dalam jurnalnya effects of wom versus traditional marketing: findings from an internet social network sites. Para peneliti tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai wom dengan mengambil suatu keuntungan yang memanfaatkan media internet. Menggunakan data yang didapat dari situs jejaring sosial, mengukur efek dari wom referral yang terekam dalam situs. Dalam penelitian ini juga penulis melakukan perbandingan terhadap efek dari wom dengan aktifitas traditional marketing dan melakukan pengujian terhadap dinamika perubahannya. Dengan begitu dapat mengungkapkan keefektifan wom dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 
Para peneliti tersebut menemukan bahwa wom dalam bentuk referral memiliki dampak yang kuat terhadap menarik customer baru. Elastisitas jangka panjang yang baru dari wom lebih besar daripada rata-rata elastisitas iklan yang tertera dalam literatur. Elastisitas untuk wom kira-kira 20 kali lebih besar daripada pemasaran menggunakan events dan 30 kali dari penggunaan media yang tertampil. Salah satu fitur penting dari model yang dikemukakan adalah kemampuan untuk menangani dari dalam dan di antara beberapa efek secara tidak langsung, aktivitas pemasaran dan akuisisi customer pada suatu jaringan sosial yang lebih kecil tidak akan cukup untuk mengikat dalam cara pemasaran tradisional, event dan harus fokus terhadap keefektifan biaya seperti dengan melakukan blogging dan kampanye mengenai wom (Whitman, 2006). 
Tujuan penelitian ini untuk membuka mata mengenai keefektifan wom, hal yang vital tapi sangat sukar untuk dimengerti dalam suatu bauran pemasaran (Misner, 1999). Penelitian ini dilakukan dengan mengukur efek pelaksanaan yang dinamis dari wom dalam jaringan sosial internet, keadaan ini menawarkan kepada para periset dan manajer untuk melakukan suatu kajian observasi terhadap fenomena ini. 
Penelitian ini berhasil mengemukakan bahwa wom merupakan cara pertama untuk mengakuisisi customer baru dan elastisitas dari komunikasi wom merupakan faktor kritis suatu perusahaan untuk mendapatkan customer baru serta memiliki efek yang lebih besar dan jangka panjang daripada aktivitas pemasaran secara tradisional. 
Penelitian mengenai Word Of Mouth – Viral marketing communication (VMC) yang dilakukan oleh Xavier and Summer pada tahun 2009 mengemukakan bahwa perkembangan teknologi komunikasi memberikan suatu perubahan dalam melakukan pemasaran, tidak hanya dilakukan dengan cara tradisional tapi juga dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi
internet terutama dengan menggunakan strategi viral marketing. Saat ini VMC masih berada dalam fase pengembangan yang masih prematur, terkait dengan informasi mengenai sikap dan masih banyaknya hal yang masih harus diset dan dideterminasi mengenai wom.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai kesediaan konsumen, persepsi dan respon sikap terhadap strategi pemasaran yang baru. Dalam hal ini melakukan analisa terhadap respon dan persepsi dengan menggunakan lima cara berbeda dalam viral marketing yang biasa dilakukan dalam internet yaitu melalui email, video, blog, jaringan sosial dan forum. 
Hal baru yang ditemukan dalam penelitian memperlihatkan bahwa: 1. VMC membantu meningkatkan kesiagaan konsumen tapi tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. 2. Terdapat perbedaan tingkat kepercayaan dalam lima kategori cara pemasaran viral marketing dimana forum diskusi menempati tingkat level kredibilitas dan kepercayaan tertinggi. 3. Customer tidak akan melihat VMC jika terindikasi ke dalam pesan yang tidak diinginkan. 4. Customer akan lebih menerima jika telah dilakukan perbandingan produk terlebih dahulu. 5. VMC negatif memiliki pengaruh yang lebih besar daripada VMC positif.  6. Insentif keuangan bukan merupakan motivator yang terkuat dalam mempengaruhi konsumen untuk menyebarkan pesan secara aktif. 
Penelitian yang dilakukan Kiriscioglu mengenai Substantial Effects of Word of Mouth Marketing in Telecommunications Industry. Penelitian ini dibuat untuk menyanggah kepercayaan sekarang ini yang menyatakan bahwa wom tidak dapat dikontrol oleh para penjual, terutama pada bidang usaha yang ditempatkan pada business to business relationships dimana biasanya kurang reaktif terhadap komunikasi marketing. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis akan menyajikan empat langkah untuk menganalisa kerangka dari wom dengan pertanyaan penelitian seperti berikut: 
Q1. Apa karakteristik utama dari wom, yang dapat membuatnya semakin efektif dalam suatu keputusan pembelian, jika dibandingkan dengan beberapa metode pemasaran tradisional? 
Hal ini dapat diterima bahwa wom merupakan cara pemasaran yang paling memiliki kemampuan sangat kuat dan efektif dalam suatu industri.
10 
Karakteristik utama yang membedakan antara wom dengan pemasaran tradisional yaitu: • Wom is credible. Karena merupakan tipe komunikasi yang tenang dan autentik antara keadaan sekarang dengan customer potensial. Hal itu menyajikan suatu pengalaman langsung dari customer secara transparan tanpa adanya intervensi dari penjual.  • Wom is social. Marketing tumbuh dengan cepat, sejak mengijinkan customer untuk mendengarkan, berpartisipasi dan merespon terhadap pembicaraan marketing dan pada akhirnya mendorong orang lain untuk ikut memiliki peran dalam suatu proses marketing. Disamping itu hal ini akan terus berulang dan mengijinkan suatu merk untuk terus diperbincangkan. (Word of Mouth Marketing Association) • Wom is relevant. memberikan suatu perhatian utama tanpa menyisihkan hal tersebut. Disamping itu hal ini selalu dalam penyelesaian customer tapi juga dapat digunakan ketika dibutuhkan. Hal ini unik, bukan inisiasi dari penjual karena keseluruhannya ini murah dan perusahaan yang menggunakan sedikit tenaga kerja.   
Alat Pemasaran Tradisional sangat cepat kehilangan efek dan perhatian dari customer hal yang berbeda bila dibandingkan dengan wom marketing yang semakin meningkat dan menjadi lebih penting. 
Q2. Siapa aktor utama yang menyatakan bahwa seorang pemasar harus memiliki ciri ketika membuat strategi marketing perusahaan? Aktor wom yang didefinisikan sebagai marketing potensial dalam suatu industri akan dijelaskan dengan sangat lengkap. Hubungan tersebut telah diinvestigasi dalam rangka memberikan suatu cara pandang yang luas bagi para pemasar ketika membuat strategi wom. 
Q3. Apakah strategi wom hanya valid untuk digunakan dalam hubungan B2C? apakah mungkin bila diimplementasikan dalam strategi marketing B2B? 
Penulis ingin menyangkal suatu bias yang umum mengenai marketing yang tidak dapat diimplemetasikan dalam industri B2B, dimana customer berkompetisi dengan satu sama lain. Atas dasar alasan tersebut maka potensial bisnis melalui marketing dapat teridentifikasi yang dapat menghubungkan seluruh aktivitas bisnis yang memungkinkan marketing membuat bisnis semakin berkompetisi. 
Q4. Apakah mungkin membuat suatu model untuk mengukur bauran customer potensial dan mensegmentasikannya? 
11 
Hal ini dapat terjawab dengan memodifikasi dari teori yang telah ada mengenai pengukuran wom dalam hubungan B2C. pertama dengan melihat data historis penjualan yang terekam dalam data penjualan. Data numeric tersebut akan menghasilkan suatu data customer yang dapat dilakukan. Dan yang terakhir adalah dua hasil yang dikombinasikan dan customer yang telah disegmentasikan menjadi empat grup utama (Champions, Affluents, Advocates and Misers) akan menjadi nilai total untuk perusahaan

 Analisa
Penelitian yang telah dipublikasikan secara luas mengenai marketing di Indonesia dapat kita temukan dalam majalah swa edisi 15 tahun 2015 tanggal 9-22 Juli 2015. Penelitian tersebut dilakukan oleh majalah swa dan Onbee marketing research yang dilakukan di tujuh kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Makasar dan Denpasar. Survey dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung dan dilakukan juga dengan computer assisted telephone interviewing (CATI) pada rentang waktu Maret sampai dengan April 2015 ini dilakukan terhadap 3.011 responden dengan kriteria yang diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin pria atau wanita dalam rentang usia 15 sampai dengan 55 tahun terhadap pergerakan merk-merk dari 90 kategori dari 12 industri.

Solusi
Perkembangan teknologi informasi berkembang dengan sangat cepat, dengan begitu banyak media yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan promosi, baik itu melalui penyebaran secara tradisional maupun penyebaran secara elektronik melalui internet.

Comments

Popular posts from this blog

berikut ini adalah beberapa contoh kasus pelanggaran etika bisnis yang terjadi di indonesia :

berikut ini adalah beberapa contoh kasus pelanggaran etika bisnis yang terjadi di indonesia : 1.Kasus Pembajakan Karya    Musisi Orkes melayu Eny Sagita dijatuhi hukuman 4 bulan penjara dan 6 bulan masa percobaan pada 28 mei 2014 silam.pengadilan negeri kabupaten nganjuk Jatim memvonis Eny Sagita karena terbukti menyanyikan lagu oplosan tanpa seizin pemilik lagunya Nurbayan.Menanggapi Vonis tersebut Eny mengakuia hanya bernyanyi karena permintaan penonton bukan untuk tujuan komersil. 2.Kasus pelmasuan Merk   Kasus Pemalsuan sebuah brand merk ternama yaitu kick denim,kasus ini terjadi diwilayah DIY.Berawal dari adanya laporan dari masyarakat selaku pemegang hak atas salah satu merk yang merasa dirugikan berinisial MT yang mendapat kuasa dari HT atas merk tersebut.Adapun merk tersebut adalah merk pakaian kick denim yang sangat laku keras dipasaran DIY,terutama di toko skala distro yang produknya menengah keatas.sedangkan pihak yang dilaporkan adalah beberapa toko yang ada d...

Contoh dari dampak citra buruk masyarakat

Contoh dari dampak citra buruk masyarakat terhadap sebuah organisasi/perusahaan itu ketika kualitas produk dan pelayanan perusahaan yang kurang akan membuat masyarakat kurang percaya dengan perusahaan. Hal ini jelas sangat merugikan internal perusahaan/organisasi itu sendiri. Sedangkan langkah yang harus diambil untuk permasalahan ini adalah dengan membersihkan nama baik, caranya perusahaan/organisasi mengevaluasi dan menginovasi produk-produk nya serta mengubah cara pelayanan nya dengan sebaik mungkin, intinya bagaimana agar pelanggan tersebut nyaman, kalau sudah nyaman mereka pasti akan kembali percaya lagi Mungkin gitu, terima kasih

Daftar Harga Rokok yang Naik Di Pasaran Tahun 2020-01-01

DAFTAR HARGA  Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho Jakarta  - Mulai hari ini pemerintah resmi menaikkan harga rokok seiring penetapan kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35%. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau, keputusan tersebut mulai berlaku pada hari ini, tepatnya 1 Januari 2020. Kenaikan tarif cukai rokok terbesar yakni ada pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) yaitu sebesar 29,96%. Untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49%, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84%. Lantas berapa harga rokok sekarang? detikcom  mencoba mendatangi beberapa warung dan minimarket yang menjual rokok. Harga rokok memang sudah naik, bahkan masih ada potensi untuk terus naik. Menurut salah satu pemilik warung, Hani, harga rokok di warungnya memang sudah naik. Bahkan...