Teori Kepemimpinan Jalan-Tujuan House’s
House’s (1971; House and Dessler, 1974) mengatakan
bahwa teori kepemimpinan path goal dibangun secara kuat
pada model motivasi kerja harapan/valensi (ecpectancy/
valency model of work motivation) dan menekankan pada
cara pemimpin dapat memfasilitasi kinerja pelaksanaan tugas
dengan menunjukkan kepada bawahan bagaimana kinerja dapat
digunakan sebagai instrumen dalam mencapai penghargaan
(reward) yang diingirikan. Secara lebih spesifik, teori House
berpendapat bahwa kepuasan dan kinerja bawahan tergantung
pada harapan dan valensinya yang ditentukan oleh perilaku atau
gaya pemimpinnya. Selanjutnya, harapan dan valensi bawahan
juga dipengaruhi oleh dua variabel situasi (contingency) dasar
yaitu: karaktersitik bawahan dan karaktersitik lingkungan yang
dihadapi oleh bawahan. Kedua variabel situasi ini memoderatkan
hubungan antara perilaku pemimpin dan kepuasan serta kinerja
bawahan. Hubungan diantara variabel tersebut tampak dalam
Gambar 2- 1.
Perilaku pemimpin atau, gaya kepemimpinan. Versi onsinil
teori path-goal dari House (1971) hanya berisi dua fungsi
pemimpin: (1) pemimpin membantu bawahan memahami
tipe perilaku yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan
menghasilkan reward, (2) meningkatkan ketersediaan reward
untuk bawahan melalui dukungan dan perhatiannya pada
kesejahteraan bawahannya.
Didalam teori versi yang baru (House and Dessler, 1974),
model path-goal mengidentifikasikan secara jelas empat tipe
perilaku pemimpin:
(1) Supportive leadership. Pemimpin dengan gaya ini
menunjukkan perhatiannya pada kesejahteraan dan
kebutuhan pnbadi bawahannya. Pemimpin ini berusaha
untuk mengembangkan kepuasan hubungan interpersonal
diantara anggota kelompok dan menciptakan iklim
keakraban didalam kelompok keija. Perilaku kategori
ini adalah sama dengan dimensi consideration dalam
program penelitian ohio state;
(2) Directive leadership. Pemimpin dengan gaya ini
menyediakan pedoman spesifik untuk bawahannya
melalui penentuan standar kinerja, enjadwalan dan
koordinasi pelaksanaan pekerjaan, dan mengatakan
kepada bawahannya untuk mengikuti prinsip-prinsip dan
peraturan, yang telah ditetapkan. Pemimpin dengan gaya
ini membiarkan bawahan mengetahui tentang apa yang
diharapkan darinya. Perilaku kategori ini sama dengan
dimensi initiating structure dalam program penelitian
Ohio State;
(3) achievement-oriented leadership. Gaya kepemimpinan
ini melibatkan penetapan tujuan yang menantang,
mencari perbaikan kinerja, menekankan pada kinerja
yang baik (excellence), dan menunjukkan kepercaaannya
bahwa bawahan akan dapat mencapai kinerja pada
tingkat yang tinggi;
(4) participative leadership. Pemimpin dengan gaya ini mencari pendapat dan saran dan bawahannya
serta mengambil informasi ini sebagai salah satu
pertimbangannya saat mengambil keputusan.
Harapan dan valensi bawahan. Sebagaimana diindikasikan
di atas, komponen sentral dan House path-goal theory adalah
expectaney theory of work motivation. Mengacu pada expectancy
models, karyawan membuat keputusan secara sadar dan rasional
tentang perilaku kerja mereka. Mereka akan memilih tugas
yang menarik bagi dirinya dan yakin dapat melaksanakan.
Daya tank suatu tugas tergantung pada sejauh mana karyawan
berfikir tentang pencapaian tujuan dan tugas tersebut akan
mengarahkannya pada hasil yang bernilai bagi dirinya. Pengaruh
perilaku pemimpin adalah pada modifikasi persepsi bawahan
dalam menghargai nilai hasil yang dapat dicapai dan pada
probabilitas untuk mencapainya.
Comments
Post a Comment