Skip to main content

beberapa faktor yang mendorong dalam hal melakukan pelanggaran-pelanggaran etika bisnis diantaranya adalah:

 beberapa faktor yang mendorong dalam hal melakukan pelanggaran-pelanggaran etika bisnis diantaranya adalah:





1. Mementingkan Urusan dan Keperluan Pribadi.
     Salah satu faktor dasar yang dapat menyebabkan perusahaan gagal atau melanggar suatu etika bisnis itu dapat didasari dari sikap egois yang dimiliki seseorang pelaku bisnis. Karena hal keogisan itu ia rela dalam melakukan pelanggaran apapun terhadap etika bisnis.





2. Tekanan Persaingan Terhadap Keuntungan (laba) Perusahaan.
Dengan mengikuti perkembangan zaman yang semakin hari semakin canggih, persaingan yang terjadi didalam dunia bisnis ini semakin keras. Oleh sebab itu, sering kali hal ini membuat para pelaku bisnis hingga perusahaan harus berpikir keras dalam mempertahankan usahanya dan laba perusahaanya,






3. Pertentangan antara Nilai Perusahaan dengan Pengusaha.
Dalam pelanggaran etika bisnis yaitu, munculnya rasa ingin dari pelaku bisnis atau perusahaan dalam mencapai tujuan- tujuan tertentu dengan menggunakan metode tertentu.Metode tertentu yang dimaksudkan adalah, metode atau cara-cara baru yang belum pernah disosialisasikan sebelumnya. Sehingga hal itu dapat membuat para pekerja atau karyawan tidak dapat menerima hal tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

PENTINGNYA PENGENALAN STATUS KEWARGANEGARAAN BAGI PENDUDUK SUATU NEGARA

PENTINGNYA PENGENALAN STATUS KEWARGANEGARAAN BAGI PENDUDUK SUATU NEGARA Dosen Pengampu: Naftania Mahardika Putri, S.H., M.H. Disusun Oleh Nurul Muttaqin (18101011255) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG 2018/2019 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Dalam makalah ini kami akan membahas “Pentingnya Pengenalan Status Kewarganegaraan Bagi Penduduk Indonesia”. Ada beberapa sumber yang kami gunakan sebagai referensi baik sumber buku maupun media masa seperti internet. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada : Orang tua yang selalu memberi doa dan dukungan, Naftania Mahardika Putri, S.H., M.H., selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarg...

Pengertian Sistem moneter

1. Sistim Moneter.   Sistem moneter adalah lembaga-lembaga yang dapat mengeluarkan, menciptakan, dan mempengaruhi jumlah uang yang beredar.  Sistem moneter terdiri dari otoritas moneter dan semua bank yang di perbolehkan menerima simpanan giro, termasuk bank-bank devisa. Otoritas moneter terdiri dari Bank Sentral atau Bank Indonesia dan Bank Pemerintah Pusat. Sistem moneter bersama-sama dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya merupakan sektor ekonomi keuangan Indonesia. Menurut UU perbankkan No. 14 tahun 1967, ‖ sistem perbankkan Indonesia disusun agar BI dapat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan moneter oleh bank-bank dan untuk mengawasi serta memimpin seluruh sistem perbankkan‖. Oleh karena itu seluruh bank, yaitu bank komersil/ umum pemerintah atau swasta sebagai badan usaha dengan bentuk hukum perseroan terbatas atau koperasi akan dapat di awasi dan di arahkan oleh bank sentral agar supaya dapat di ciptakan suatu sistem koordinas...

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli Dunia

Organisasi Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis). Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut ...